Setelah sebelumnya terseret kasus dugaan korupsi dana pembangunan masjid, kali ini Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 1 Sylviana Murni kembali tersandung kasus hukum.
Kali ini, Mpok Sylvi terjerat kasus dugaan korupsi pada Pengelolaan Dana Bantuan Sosial Pemprov DKI Jakarta di Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DKI pada tahun anggaran 2014 dan 2015.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Sylviana juga sekarang masih diselidiki atas kasus dugaan korupsi pembangunan masjid Al Fauz di Jakarta Pusat. Pembangunan masjid mewah tersebut menyedot dana sebesar Rp 32.5 miliar.
Agus Harimurti Yudhoyono selaku pasangannya dalam Pilkada DKI Jakarta, menyayangkan berbagai upaya untuk memojokkan Sylviana. Calon Gubernur Jakarta nomor satu ini melihat upaya-upaya tersebut sangat kental dengan unsur politik untuk menjatuhkan timnya di pencoblosan pada Februari 2017 nanti.
Agus mengatakan sudah berbicara dengan Sylvi, dan pasangannya tersebut menegaskan tidak pernah melakukan tindakan yang melagar hukum. Sylvi mengungkapnya jika tuduhan-tuduhan korupsi tersebut hanya untuk menjatuhkannya.
“Tentu kami menyayangkan ada upaya-upaya dari pihak-pihak tertentu untuk mendiskreditkan, memojokkan, mendegradasi kami, saya dan Mpok Sylvi paslon nomor satu di Pilgub DKI Jakarta ini dengan seolah-olah menimbulkan atau mencari kesalahan yang tidak terjadi,” papar Agus, dikutip dari merdeka.com.
Disinggung soal siapa yang ingin menjatuhkan dirinya, Agus enggan untuk berkomentar. Meski diterpa isu yang tidak sedap, paslon nomor urut satu tersebut mengaku tidak merasa tersinggung ataupun terganggu.
Keduanya mengaku terus bergerilya untuk fokus kepada rakyat di DKI Jakarta. Agus juga mengungkapkan jika berbagai kabar miring yang menerpa timnya, tidak serta merta menjatuhkan dukungan kepadanya dan Sylvi.
Selain Agus, pembelaan serupa juga datang dari kader Partai Demokrat yaitu Roy Suryo. Roy menilai jika berbagai kasus yang menjerat Sylviana berkaitan erat dengan pencalonannya di Pilgub DKI 2017.
“Kami merasa ini ada upaya untuk dikriminalisasi, karena hal seperti itu tidak perlu di-blow up” papar Roy dikutip dari kompas.com.
Roy meminta agar kasus yang menimpa Sylviana tersebut tidak dibesar-besarkan. Dia meyakini jika, Sylviana bisa memberikan keteragan yang mendetail tantang kasus tersebt.
=====================================================================
