background img

The New Stuff


Supini (80), nenek yang diduga dipaksa mengemis oleh seorang pria di depan RSUP dr Kariadi, Kota Semarang, Jawa Tengah, dahulu adalah seorang pengusaha material bangunan.

Pekerjaan Nenek Supini memasok pelanggan yang membutuhkan meterial seperti pasir, semen, kayu dan sebagainya.

Namun, pekerjaan itu sudah lama ditinggalkan Nenek Supini semenjak suaminya meninggal puluhan tahun lalu.

Nenek Supini ini sudah lanjut usia yang kemudian pergi ke Kota Semarang berjualan buah-buahan di Pasar Karangayu, Kota Semarang.

Masa lalu Nenek Supini ini diceritakan Muh Sukeni (58), salah satu keponakan Supini, saat Kompas.com bertandang ke kampung halamannya di Dusun Ngaran, Desa Ngasinan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

“Beliau Nenek Supini itu bibi biyung (bibi/bulik) saya. Dahulu jualan material, lalu sekitar lima tahun lalu saya pernah bertemu beliau di Pasar Karangayu, jualan mangga dan buah-buahan. Tapi setelah itu saya tidak tahu kabarnya,” ujar Sukeni, Selasa (7/3/2017) sore.

Nenek Supini, kata Sukeni, memang hidup sebatang kara setelah suaminya meninggal. Ia sama sekali tidak memiliki anak kandung.

Nenek Supini hanya memiliki kakak, adik, dan keponakan yang beberapa di antaranya tinggal di Desa Ngasinan.

Sejak merantau ke Kota Semarang, Nenek Supini sangat jarang pulang ke kampungnya. Hanya beberapa kali saja ia pulang dan tinggal berpindah-pindah di rumah beberapa keponakannya.

Sebab, menurut Sukeni, Nenek Supini tidak lagi memiliki rumah, tanah ataupun harta benda lain yang ditinggalkan di kampung halamannya.

“Beliau (Nenek Supini) itu lama sekali tidak pulang, kalau pulang ya cuma sebentar, di rumah saya atau ke keponakan lainnya. Setelah itu tiba-tiba pergi lagi entah ke mana,” ujar Sukeni yang bekerja sebagai buruh serabutan itu.

Sukeni mengatakan, Nenek Supini memiliki sifat yang keras. Saudara-saudaranya sudah kerap menasihatinya agar tidak perlu lagi merantau dan cukup beristirahat di rumah saudara-saudara.

“Nenek Supini itu keras, sulit sekali dinasihati, malah suka marah-marah. Mungkin karena sudah sangat sepuh (lansia) ya. Kami sampai tidak tahu mau berbuat apa,” ujarnya.

Sukeni sendiri mengetahui kondisi Nenek Supini yang diduga dipaksa mengemis, dari perangkat desa dan kecamatan yang bertandang ke rumahnya, Senin (6/3/2017) malam.

Bapak tiga putra ini diminta untuk menjemput Nenek Supini yang kini ditampung di sebuah panti di Kota Semarang.

“Besok saya diminta menjemput Nenek Supini, didampingi petugas Dinas Sosial Magelang, tapi saya belum bisa memutuskan bagaimana dan dimana Bibi Biyung akan tinggal. Karena keponakan beliau tidak hanya saya, ada banyak, jadi kami harus berembuk dulu,” katanya.

Astadi (80), salah seorang tetangga Sukeni, mengaku kenal dengan Nenek Supini. Namun ia tidak lagi mengetahui keberadaan Supini sejak beberapa tahun silam. Astadi hanya mengetahui bahwa Nenek Supini masih memiliki banyak saudara di Dusun Ngaran, Desa Ngasinan, ini.

“Nggih kula tepang nanging pun dangu sanget boten mangertos kahanane sakniki, pun dangu kesah (Ya, saya kenal tapi sudah lama sekali tidak tahu keadaannya sekarang, sudah lama pergi),” ujar Astadi mengenang Nenek Supini.

Camat Grabag Labaika Nugroho menyatakan Nenek Supini masih tercatat sebagai warga Desa Ngasinan karena belum pernah mengurus surat pindah. Akan tetapi, informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa Nenek Supini memang gemar merantau ke luar kota dan terakhir ditemukan di Kota Semarang.

“Yang bersangkutan masih penduduk Desa Ngasinan karena belum pernah mengurus pindah. Yang bersangkutan juga sering pergi dari rumah,” kata Labaika.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat untuk menangani nenek Supeni selanjutnya, termasuk berkomunikasi dengan pihak keluarga yang ada.

Seperti diberitakan, kisah Nenek Supini menjadi viral setelah seorang netizen membagikan sebuah video di media sosial. Dalam video berdurasi 3 menit itu, Nenek Supini ini diduga telah dipekerjakan seorang laki-laki untuk menjadi pengemis di depan RS Karyadi, Kota Semarang.

Laki-laki yang diketahui bernama Suwarno asal Klaten itu kini telah diamankan di Polrestabes Semarang untuk menjalani pemeriksaan.

=====================================================================

Nenek Pengemis ini Dulu Kaya Raya


Supini (80), nenek yang diduga dipaksa mengemis oleh seorang pria di depan RSUP dr Kariadi, Kota Semarang, Jawa Tengah, dahulu adalah seorang pengusaha material bangunan.

Pekerjaan Nenek Supini memasok pelanggan yang membutuhkan meterial seperti pasir, semen, kayu dan sebagainya.

Namun, pekerjaan itu sudah lama ditinggalkan Nenek Supini semenjak suaminya meninggal puluhan tahun lalu.

Nenek Supini ini sudah lanjut usia yang kemudian pergi ke Kota Semarang berjualan buah-buahan di Pasar Karangayu, Kota Semarang.

Masa lalu Nenek Supini ini diceritakan Muh Sukeni (58), salah satu keponakan Supini, saat Kompas.com bertandang ke kampung halamannya di Dusun Ngaran, Desa Ngasinan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

“Beliau Nenek Supini itu bibi biyung (bibi/bulik) saya. Dahulu jualan material, lalu sekitar lima tahun lalu saya pernah bertemu beliau di Pasar Karangayu, jualan mangga dan buah-buahan. Tapi setelah itu saya tidak tahu kabarnya,” ujar Sukeni, Selasa (7/3/2017) sore.

Nenek Supini, kata Sukeni, memang hidup sebatang kara setelah suaminya meninggal. Ia sama sekali tidak memiliki anak kandung.

Nenek Supini hanya memiliki kakak, adik, dan keponakan yang beberapa di antaranya tinggal di Desa Ngasinan.

Sejak merantau ke Kota Semarang, Nenek Supini sangat jarang pulang ke kampungnya. Hanya beberapa kali saja ia pulang dan tinggal berpindah-pindah di rumah beberapa keponakannya.

Sebab, menurut Sukeni, Nenek Supini tidak lagi memiliki rumah, tanah ataupun harta benda lain yang ditinggalkan di kampung halamannya.

“Beliau (Nenek Supini) itu lama sekali tidak pulang, kalau pulang ya cuma sebentar, di rumah saya atau ke keponakan lainnya. Setelah itu tiba-tiba pergi lagi entah ke mana,” ujar Sukeni yang bekerja sebagai buruh serabutan itu.

Sukeni mengatakan, Nenek Supini memiliki sifat yang keras. Saudara-saudaranya sudah kerap menasihatinya agar tidak perlu lagi merantau dan cukup beristirahat di rumah saudara-saudara.

“Nenek Supini itu keras, sulit sekali dinasihati, malah suka marah-marah. Mungkin karena sudah sangat sepuh (lansia) ya. Kami sampai tidak tahu mau berbuat apa,” ujarnya.

Sukeni sendiri mengetahui kondisi Nenek Supini yang diduga dipaksa mengemis, dari perangkat desa dan kecamatan yang bertandang ke rumahnya, Senin (6/3/2017) malam.

Bapak tiga putra ini diminta untuk menjemput Nenek Supini yang kini ditampung di sebuah panti di Kota Semarang.

“Besok saya diminta menjemput Nenek Supini, didampingi petugas Dinas Sosial Magelang, tapi saya belum bisa memutuskan bagaimana dan dimana Bibi Biyung akan tinggal. Karena keponakan beliau tidak hanya saya, ada banyak, jadi kami harus berembuk dulu,” katanya.

Astadi (80), salah seorang tetangga Sukeni, mengaku kenal dengan Nenek Supini. Namun ia tidak lagi mengetahui keberadaan Supini sejak beberapa tahun silam. Astadi hanya mengetahui bahwa Nenek Supini masih memiliki banyak saudara di Dusun Ngaran, Desa Ngasinan, ini.

“Nggih kula tepang nanging pun dangu sanget boten mangertos kahanane sakniki, pun dangu kesah (Ya, saya kenal tapi sudah lama sekali tidak tahu keadaannya sekarang, sudah lama pergi),” ujar Astadi mengenang Nenek Supini.

Camat Grabag Labaika Nugroho menyatakan Nenek Supini masih tercatat sebagai warga Desa Ngasinan karena belum pernah mengurus surat pindah. Akan tetapi, informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa Nenek Supini memang gemar merantau ke luar kota dan terakhir ditemukan di Kota Semarang.

“Yang bersangkutan masih penduduk Desa Ngasinan karena belum pernah mengurus pindah. Yang bersangkutan juga sering pergi dari rumah,” kata Labaika.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat untuk menangani nenek Supeni selanjutnya, termasuk berkomunikasi dengan pihak keluarga yang ada.

Seperti diberitakan, kisah Nenek Supini menjadi viral setelah seorang netizen membagikan sebuah video di media sosial. Dalam video berdurasi 3 menit itu, Nenek Supini ini diduga telah dipekerjakan seorang laki-laki untuk menjadi pengemis di depan RS Karyadi, Kota Semarang.

Laki-laki yang diketahui bernama Suwarno asal Klaten itu kini telah diamankan di Polrestabes Semarang untuk menjalani pemeriksaan.

=====================================================================




Kapolres Metro Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan menjelaskan SBH (22), tersangka tabrak lari driver GrabBike pada Rabu (8/3/2017), merupakan sopir cadangan atau sopir tembak.
SBH telah diamankan polisi sehari setelah peristiwa tabrak lari terjadi.

“Tersangka sehari-hari sopir tembak dan tinggal di Kota Tangerang. Kami masih dalami apakah yang bersangkutan punya Surat Izin Mengemudi (SIM), termasuk memeriksa mobil angkot dan pemiliknya,” kata Harry di Mapolres Metro Tangerang, Jumat (10/3/2017).

Menurut Harry, pemeriksaan terhadap unit mobil angkot R03A trayek Serpong-Pasar Anyar itu masih dikerjakan oleh anggotanya. Pemilik angkot atas nama Sumadi Bin Rohani (32) pun masih dimintai keterangan sebagai saksi.

Kepada polisi, SBH mengaku menabrak driver GrabBike bernama Jamil karena dendam dan tidak senang dengan keberadaan ojek online.

Pada hari yang sama dengan kejadian tabrak lari itu, memang sedang ada bentrok antara sopir angkot dengan ojek online di Tangerang.

Bentrokan terjadi karena sopir angkot awalnya demo protes keberadaan layanan transportasi berbasis aplikasi atau online, yang spesifik menyasar pada taksi online. Belakangan, protes malah merembet kepada ojek online hingga keduanya bentrok di beberapa lokasi di Kota Tangerang. (Baca: Pengemudi Grab yang Ditabrak Angkot di Tangerang Masih Koma)

Polisi memastikan SBH sebagai tersangka tunggal dalam kasus ini. Atas tindakannya, SBH dijerat pasal Percobaan Pembunuhan Berencana (primer 53 jo 340 subsider 53 jo 338) KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati.


=====================================================================

Sopir Angkot di Tangerang Tabrak Pengemudi Grabbike



Kapolres Metro Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan menjelaskan SBH (22), tersangka tabrak lari driver GrabBike pada Rabu (8/3/2017), merupakan sopir cadangan atau sopir tembak.
SBH telah diamankan polisi sehari setelah peristiwa tabrak lari terjadi.

“Tersangka sehari-hari sopir tembak dan tinggal di Kota Tangerang. Kami masih dalami apakah yang bersangkutan punya Surat Izin Mengemudi (SIM), termasuk memeriksa mobil angkot dan pemiliknya,” kata Harry di Mapolres Metro Tangerang, Jumat (10/3/2017).

Menurut Harry, pemeriksaan terhadap unit mobil angkot R03A trayek Serpong-Pasar Anyar itu masih dikerjakan oleh anggotanya. Pemilik angkot atas nama Sumadi Bin Rohani (32) pun masih dimintai keterangan sebagai saksi.

Kepada polisi, SBH mengaku menabrak driver GrabBike bernama Jamil karena dendam dan tidak senang dengan keberadaan ojek online.

Pada hari yang sama dengan kejadian tabrak lari itu, memang sedang ada bentrok antara sopir angkot dengan ojek online di Tangerang.

Bentrokan terjadi karena sopir angkot awalnya demo protes keberadaan layanan transportasi berbasis aplikasi atau online, yang spesifik menyasar pada taksi online. Belakangan, protes malah merembet kepada ojek online hingga keduanya bentrok di beberapa lokasi di Kota Tangerang. (Baca: Pengemudi Grab yang Ditabrak Angkot di Tangerang Masih Koma)

Polisi memastikan SBH sebagai tersangka tunggal dalam kasus ini. Atas tindakannya, SBH dijerat pasal Percobaan Pembunuhan Berencana (primer 53 jo 340 subsider 53 jo 338) KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati.


=====================================================================



Damaskus - Sedikitnya 40 orang tewas dan lebih dari 120 korban lainnya luka-luka setelah dua bom meledak menghantam kota tua Damaskus, Sabtu, 11 Maret 2017.

Menurut laporan Tasnim News dari tempat kejadian, bom tersebut sengaja ditanam untuk menghantam bus yang melintas. Ledakan itu disusul aksi bunuh diri di kawasan Bab al-Saghir.

Akibat kejadian tersebut, tulis Tasnim News, lebih dari 40 orang meninggal dan 120 lainnya luka-luka.

Kantor berita SANA melaporkan, dua bom yang ditanam oleh teroris itu meledak di dekat kuburan Bab al-Saghir, Bab Musalla, menyebabkan kematian dan cedera.

Hingga saat ini belum ada kelompok tertentu yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom tersebut. Tetapi militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau organisasi bentukan baru Tahrir al-Sham diyakini bertanggung atas aksi itu.

Tahrir al-Sham, sebuah organisasi cabang al-Qaedah di Suriah, adalah sekutu Jabhat Fateh al-Sham yang sebelumnya bernama Fron al-Nusra, Fron Ansar al-Din dan Gerakan Nour al-Din al-Zanki.

Beberapa kantor berita menyebutkan, jumlah korban tewas mencapai 60 orang. Tetapi kabar ini belum bisa dikonfirmasi ke pejabat berwenang.

Lebih dari enam tahun, Suriah telah berperang melawan militan yang disponsori kekuatan asing. Utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, pada Agustus 2016, memperkirakan lebih dari 400 ribu orang tewas akibat konflik bersenjata tersebut.


=====================================================================

Bom Meledak Di Damaskus, Sedikitnya 40 Orang Tewas



Damaskus - Sedikitnya 40 orang tewas dan lebih dari 120 korban lainnya luka-luka setelah dua bom meledak menghantam kota tua Damaskus, Sabtu, 11 Maret 2017.

Menurut laporan Tasnim News dari tempat kejadian, bom tersebut sengaja ditanam untuk menghantam bus yang melintas. Ledakan itu disusul aksi bunuh diri di kawasan Bab al-Saghir.

Akibat kejadian tersebut, tulis Tasnim News, lebih dari 40 orang meninggal dan 120 lainnya luka-luka.

Kantor berita SANA melaporkan, dua bom yang ditanam oleh teroris itu meledak di dekat kuburan Bab al-Saghir, Bab Musalla, menyebabkan kematian dan cedera.

Hingga saat ini belum ada kelompok tertentu yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom tersebut. Tetapi militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau organisasi bentukan baru Tahrir al-Sham diyakini bertanggung atas aksi itu.

Tahrir al-Sham, sebuah organisasi cabang al-Qaedah di Suriah, adalah sekutu Jabhat Fateh al-Sham yang sebelumnya bernama Fron al-Nusra, Fron Ansar al-Din dan Gerakan Nour al-Din al-Zanki.

Beberapa kantor berita menyebutkan, jumlah korban tewas mencapai 60 orang. Tetapi kabar ini belum bisa dikonfirmasi ke pejabat berwenang.

Lebih dari enam tahun, Suriah telah berperang melawan militan yang disponsori kekuatan asing. Utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, pada Agustus 2016, memperkirakan lebih dari 400 ribu orang tewas akibat konflik bersenjata tersebut.


=====================================================================



Kecelakaan beruntun terjadi di ruas jalan Tol Bintaro arah Pondok Indah pada Sabtu (11/3/2017) pagi.

Kecelakaan tersebut melibatkan lima mobil sekaligus.

“Kecelakaannya terjadi di KM 01.800 A sekitar pukul 07.00 WIB tadi. Saat ini sudah dievakuasi,” ujar Kasat Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Lukman Cahyono kepada Kompas.com, Sabtu.

Saksi mata, Eko menjelaskan, kecelakaan tersebut melibatkan lima unit mobil, yakni mobil Toyota Avanza berpelat nomor B 1274 WKA, Toyota Avanza berpelat nomor B 2271 DP, Toyota Innova berpelat nomor B 1652 SYC, Nissan Xtrail berpelat nomor B 2248 SOO dan VW Scirocco berpelat nomor B 399 GSR.

Eko menambahkan, kecelakaan tersebut terjadi karena pengemudi mobil Avanza memperlambat laju kendaraanya.

Namun, kendaraan yang berada di belakangnya tidak bisa menjaga jarak amannya sehingga terjadi kecelakaan beruntun.

“Akibat dari kecelakaan itu kendaraan Nissan naik ke kap mesin mobil VW,” kata Lukman.

Lukman menyatakan, dari kecelakaan tersebut tidak ada korban jiwa.

Kesepakatan dari para pemilik mobil, kasus itu akan diselesaikan secara kekeluargaan.




=====================================================================

Video Detik-detik Kecelakaan di Tol Bintaro, Nissan Xtrail Naik ke VW Scirocco



Kecelakaan beruntun terjadi di ruas jalan Tol Bintaro arah Pondok Indah pada Sabtu (11/3/2017) pagi.

Kecelakaan tersebut melibatkan lima mobil sekaligus.

“Kecelakaannya terjadi di KM 01.800 A sekitar pukul 07.00 WIB tadi. Saat ini sudah dievakuasi,” ujar Kasat Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Lukman Cahyono kepada Kompas.com, Sabtu.

Saksi mata, Eko menjelaskan, kecelakaan tersebut melibatkan lima unit mobil, yakni mobil Toyota Avanza berpelat nomor B 1274 WKA, Toyota Avanza berpelat nomor B 2271 DP, Toyota Innova berpelat nomor B 1652 SYC, Nissan Xtrail berpelat nomor B 2248 SOO dan VW Scirocco berpelat nomor B 399 GSR.

Eko menambahkan, kecelakaan tersebut terjadi karena pengemudi mobil Avanza memperlambat laju kendaraanya.

Namun, kendaraan yang berada di belakangnya tidak bisa menjaga jarak amannya sehingga terjadi kecelakaan beruntun.

“Akibat dari kecelakaan itu kendaraan Nissan naik ke kap mesin mobil VW,” kata Lukman.

Lukman menyatakan, dari kecelakaan tersebut tidak ada korban jiwa.

Kesepakatan dari para pemilik mobil, kasus itu akan diselesaikan secara kekeluargaan.




=====================================================================



Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta pertemuan Ketua KPU DKI Sumarno dan Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti dengan tim sukses Ahok-Djarot tidak dibesar-besarkan. Hal tersebut dinilainya wajar selama tidak ada rencana kecurangan.

"Ah, saya pikir nggak perlulah (dipermasalahkan). Kalau cuma ketemu-ketemu gitu, nggak ada masalah ya, apalagi diundang. Menurut saya, itu tidak perlu kita besar-besarkan selama tidak ada rencana kecurangan," ujar Fadli di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (10/3/2017).

Fadli mengatakan pihaknya juga memungkinkan untuk bertemu dengan KPU DKI dan Bawaslu DKI di kemudian hari. Pertemuan tersebut, dikatakannya, tidak direncanakan untuk melakukan kecurangan atau konspirasi.
"Kalau ketemu dengan paslon, mungkin lain waktu kami juga bisa mengundang, nggak ada masalah. Jadi saya kira masalah KPU DKI bertemu dengan paslon selama itu tidak ada rencana kecurangan atau konspirasi, nggak ada masalah," sebutnya.

Yang perlu menjadi perhatian khalayak, ujarnya, adalah hari pencoblosan Pilgub DKI putaran kedua. Pencoblosan pilgub putaran kedua harus berlangsung tanpa kecurangan ataupun kejanggalan.

"Sah-sah saja ya menurut saya, nggak ada masalah. Yang penting itu nanti bagaimana hari pelaksanaan tanpa kecurangan," pungkasnya. 

Dikabarkan, Ketua KPUD DKI, komisioner KPU DKI, dan Ketua Bawaslu DKI bertemu dengan timses Ahok di Hotel Novotel pada Kamis, 9 Maret lalu. Advokat Cinta Tanah Air melaporkan hal ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.

Sebelumnya, Sumarno mengakui kedatangannya ke acara internal partai pengusung Ahok-Djarot atas dasar undangan. Ia diundang untuk berdiskusi tentang persiapan Pilgub DKI putaran kedua. 

"KPUD diundang. Diskusi saja, persiapan putaran kedua," kata Sumarno kepada wartawan saat tiba di Hotel Novotel, Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Kamis (9/3) lalu.

=====================================================================

Fadli Zon Bela Ahok-Djarot



Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta pertemuan Ketua KPU DKI Sumarno dan Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti dengan tim sukses Ahok-Djarot tidak dibesar-besarkan. Hal tersebut dinilainya wajar selama tidak ada rencana kecurangan.

"Ah, saya pikir nggak perlulah (dipermasalahkan). Kalau cuma ketemu-ketemu gitu, nggak ada masalah ya, apalagi diundang. Menurut saya, itu tidak perlu kita besar-besarkan selama tidak ada rencana kecurangan," ujar Fadli di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (10/3/2017).

Fadli mengatakan pihaknya juga memungkinkan untuk bertemu dengan KPU DKI dan Bawaslu DKI di kemudian hari. Pertemuan tersebut, dikatakannya, tidak direncanakan untuk melakukan kecurangan atau konspirasi.
"Kalau ketemu dengan paslon, mungkin lain waktu kami juga bisa mengundang, nggak ada masalah. Jadi saya kira masalah KPU DKI bertemu dengan paslon selama itu tidak ada rencana kecurangan atau konspirasi, nggak ada masalah," sebutnya.

Yang perlu menjadi perhatian khalayak, ujarnya, adalah hari pencoblosan Pilgub DKI putaran kedua. Pencoblosan pilgub putaran kedua harus berlangsung tanpa kecurangan ataupun kejanggalan.

"Sah-sah saja ya menurut saya, nggak ada masalah. Yang penting itu nanti bagaimana hari pelaksanaan tanpa kecurangan," pungkasnya. 

Dikabarkan, Ketua KPUD DKI, komisioner KPU DKI, dan Ketua Bawaslu DKI bertemu dengan timses Ahok di Hotel Novotel pada Kamis, 9 Maret lalu. Advokat Cinta Tanah Air melaporkan hal ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.

Sebelumnya, Sumarno mengakui kedatangannya ke acara internal partai pengusung Ahok-Djarot atas dasar undangan. Ia diundang untuk berdiskusi tentang persiapan Pilgub DKI putaran kedua. 

"KPUD diundang. Diskusi saja, persiapan putaran kedua," kata Sumarno kepada wartawan saat tiba di Hotel Novotel, Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Kamis (9/3) lalu.

=====================================================================




Bandung – Seorang pria bernama Habib Haliq Basbat diamankan oleh Satuan tugas intelijen (Satgas Intel) yang berjaga di kawasan St Regis Hotel, Bali pada Jumat (19/3/2017). Pasalnya, ia hendak masuk ke kawasan hotel yang menjadi tempat menginap Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz beserta keluarganya itu.

Petugas mengamankan pria asal Situbondo, Jawa Timur itu di sebelah pintu gerbang St Regis Hotel sekitar pukul 11.00 waktu Indonesia tengah (WITA).

Habib yang kala itu berjubah dan bersorban itu tiba di sekitar kawasan St Regis Hotel dengan Toyota Ayla warnah putih bernomor polisi DK 1302 SI.

Tak lama kemudian, Habib Haliq yang berusaha masuk menemui Raja Salaman sudah berhadapan dengan aparat keamanan. Habib Haliq pun langsung dibawa ke Polsek Kuta Selatan guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Yang bersangkutan diamankan oleh aparat gabungan TNI/Polri pukul 11.05 WITA,” tutur sumber dari Jawa Pos Radar Bali.

Setelah dilakukan penyelidikan, tujuan kedatangan pria kelahiran 1 Januari 1962 itu ialah untuk menemui Raja Salman.

=====================================================================

HABIB DIAMANKAN KARENA MEMASUKI HOTEL TEMPAT RAJA SALMAN MENGINAP



Bandung – Seorang pria bernama Habib Haliq Basbat diamankan oleh Satuan tugas intelijen (Satgas Intel) yang berjaga di kawasan St Regis Hotel, Bali pada Jumat (19/3/2017). Pasalnya, ia hendak masuk ke kawasan hotel yang menjadi tempat menginap Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz beserta keluarganya itu.

Petugas mengamankan pria asal Situbondo, Jawa Timur itu di sebelah pintu gerbang St Regis Hotel sekitar pukul 11.00 waktu Indonesia tengah (WITA).

Habib yang kala itu berjubah dan bersorban itu tiba di sekitar kawasan St Regis Hotel dengan Toyota Ayla warnah putih bernomor polisi DK 1302 SI.

Tak lama kemudian, Habib Haliq yang berusaha masuk menemui Raja Salaman sudah berhadapan dengan aparat keamanan. Habib Haliq pun langsung dibawa ke Polsek Kuta Selatan guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Yang bersangkutan diamankan oleh aparat gabungan TNI/Polri pukul 11.05 WITA,” tutur sumber dari Jawa Pos Radar Bali.

Setelah dilakukan penyelidikan, tujuan kedatangan pria kelahiran 1 Januari 1962 itu ialah untuk menemui Raja Salman.

=====================================================================


Popular Posts