Koordinator Lembaga Dakwah FPI, Habib Novel Barmukmin menolak kehadiran Zakir Naik sebagai saksi ahli yang meringankan terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama.
Menurut Novel, Zakir merupakan warga negara India (WNA) yang berpotensi memberikan keterangan tak subyektif. “Dia (Zakir) tak mengerti kejadian sebenarnya. Keterangannya bakal berat sebelah,” kata Novel dilansir dari Kriminalitas.com di Jakarta, Rabu (8/3/2017).
“Kalau benar, kami akan berikan permintaan kepada Jaksa untuk menolak kehadiran Zakir,” tutur dia.
Novel mengatakan, pihak luar negeri tak boleh mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. Dirinya juga pernah menolak kehadiran saksi ahli Ahok dari Mesir lantaran dinilai sebagai intervensi asing.
“Jangan berikan pemahaman yang keliru kepada Zakir,” tutup Novel.
Seperti diketahui, pengacara Ahok menyerahkan sepenuhnya kepada clientnya apakah akan menggunakan penceramah Islam, Zakir Abdul Karim Naik sebagai saksi ahli meringankannya atau tidak.
Pengacara Ahok, I Wayan Sudirta mengatakan, keputusan untuk memakai saksi ahli ataupun saksi lainnya merupakan kewenangan penuh terdakwa kasus dugaan penistaan agama tersebut.
Pria yang juga menjabat Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ini sebelumnya mengatakan, bagi umat Islam yang masih memilih Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam putaran kedua Pilkada DKI Jakarta seperti orang bodoh.
“Orang-orang yang bergabung dalam Ahoker ini jahil murakkab, bodoh yang bertumpuk-tumpuk, bego bego bego,” ujarnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (08/03/2017),
Ia menambahkan, pemilih Ahok itu tidak mengerti dengan ajaran agama mereka. Sehingga menjatuhkan pilihannya kepada calon petahana tersebut.
“Artinya mereka ini tak paham tentang agamanya sendiri,” imbuhnya.
Menurutnya, penduduk yang pintar itu adalah mereka yang tidak menyimpang dari ajaran agamanya. Seharusnya, kata dia, pemeluk Islam harus tunduk kepada Allah SWT dan Rasulnya.
“Mereka yang tunduk kepada Allah dan Rasul akan selamat dunia dan akhirat,” pungkasnya.
Sebelumnya, seperti diberitakan Detikcom, ulama kondang asal India, Zakir Naik, sudah meninggalkan Indonesia. Zakir Naik bertolak meninggalkan Indonesia menuju Turki.
Anggota panitia safari dakwah Zakir Naik, Hanny Kristianto, mengunggah momen melepas ulama yang kerap bicara soal perbandingan agama itu di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dua hari lalu,seperti tertera pada Rabu (8/3/2017), di akun Instagram-nya. Hanny mengungkapkan kebahagiaannya bisa berjumpa dengan Zakir Naik.
“Alhamdulillahirabbilalamin, kita bertemu Dr Zakir Naik. Sejak saya menjadi seorang muslim, saya tak pernah bermimpi bisa bertemu Dr Zakir Naik. Sekarang saya sangat bangga,” kata Hanny dalam video tersebut dalam bahasa Inggris.
=====================================================================
