Akhirnya Presiden berjanji akan Joko Widodo akan meluangkan waktu untuk bertemu Susilo Bambang Yudhoyono setelah pilkada serentak selesai. Sebelumnya SBY sempat mengeluh sangat susah untuk bisa bertemu dengan Jokowi.
Menurut Menko Bidang Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, selain untuk memenuhi keinginan SBY, pertemuan tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa ada yang melarang Presiden menemui Ketua Umum Partai Demokrat itu.
“Sekarang waktunya tidak pas, mungkin setelah pilkada lebih pas. Tentu ada hitungannya lah. Jadi, jangan ada yang bilang (dihalangi) orang dekat. Saya jamin enggak ada,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta,Jumat (03/02/2017), seperti dikutip dari Media Indonesia.
Pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai keputusan Jokowi itu sangat strategis untuk meminimalkan potensi polemik. Hal itu disebabkan Jokowi harus melepaskan pertemuan dari nuansa pilkada. Kehadiran Agus Yudhoyono sebagai peserta pilkada ialah kepentingan yang tidak bisa dipasahkan dari Presiden Keenam RI itu
Sementara seperti diberitakan Sindonews, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyambut baik kabar Presiden Joko Widodo atau Jokowi berniat bertemu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hinca mengatakan, kapanpun Jokowi ingin bertemu, SBY siap.
“Kalau tadi informasinya seperti itu, ya anytime kita siap,” tutur Hinca usai menghadiri acara di Kantor DPP Partai Demokrat, Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (04/02/2017).
Menurut dia, pertemuan tersebut nantinya tidak hanya sekedar tatap muka saja. Ada hal yang dinilai penting untuk dibicarakan antara Jokowi dan SBY dalam satu meja.
“Persoalannya bukan ketemu atau tidak ketemu. Tapi ada soal yang harus didiskusikan untuk kepentingan bersama,” jelas Hinca.
Salah satu hal yang dianggap penting yakni membahas terkait sidang Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mencatut nama SBY. Juga soal konferensi pers yang dilakukan Ketua Umum Partai Demokrat itu soal dugaan penyadapan.
“Ya berbagi pengalaman, mengklarifikasi apa yang disampaikan beliau. Saya kira terang benderang supaya betul-betul baik lah ke depan,” beber dia.
“Gini, saya katakan, upaya-upaya itu kan ada yang nggak terlihat oleh publik. Kemarin (konpers SBY) yang terbuka oleh publik. Saya kira pesannya sudah cukup jelas. Jauh lebih seru itu. Jauh lebih baik dan bermakna ketimbang surat formal yang dilakukan. Apalagi Pak SBY kan pernah menjadi presiden selama 10 tahun,” Hinca menandaskan.
Sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono meminta Presiden Joko Widodo bisa menyempatkan waktu untuk bisa bertemu. Tujuannya kata dia, agar bisa bicara blak-blakan terkait dugaan tindakan makar dan isu pendanaan aksi damai tanggal 4 November dan 12 Desember tahun lalu.
Dengan begitu kata dia tidak ada lagi prasangka dan kecurigaan di kalangan Pemerintah terhadap dirinya terkait masalah tersebut.
“Saya juga dituduh mendanai bahkan menunggangi aksi damai itu. Bahkan belakangan katanya menyuruh membom Istana Merdeka, di mana saya 10 tahun pernah tinggal di sana dulu. Katanya juga SBY dalang rencana makar yang kemarin akan dilaksanakan,” ujar SBY kepada wartawan di Rumah Pemenangan Agus Sylvi, Jakarta, Rabu (01/02/2017), seperti dilansir dari KBR News.
=====================================================================
