Pilkada DKI Jakarta untuk memilih Gubernur telah dilakukan pada 15 Februari 2017 lalu. Saat ini, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI masih terus melakukan penghitungan suara.
Namun, dari hasil sementara dikabarkan pasangan calon nomor 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan nomor 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan melanjutkan ke Piilgub DKI putaran kedua untuk menentukan siapa yang terbaik.
PDI Perjuangan selaku partai pengusung Ahok-Djarot pun mulai mengambil langkah dan merayu sejumlah partai lainnya untuk mendukung paslon andalan mereka, salah satunya PKB.
Mendapat ajakan ini, PKB tak langsung merespon dengan jawaban iya atau tidak. Melainkan, masih menunggu ketatapan KPUD DKI dan masukan dari berbagai pihak sebelum mengambil keputusan.
“Kami hargai ajakan PDIP, dan itu bagian dari masukan yang penting untuk PKB. Tapi, kami belum ambil keputusan,” ujar Wasekjen PKB Daniel Johan, dilansir jpnn.com, Minggu (19/2/2017).
Selain itu, Daniel menuturkan bahwa pihaknya masih harus meminta masukan dari para kiai Nahdlatul Ulama (NU), tokoh masyarakat, serta warga nahdliyin yang merupakan basis PKB.
“Nanti Cak Imin (Ketum PKB Muhaimin Iskandar) akan berkomunikasi dengan kedua kandidat bersama seluruh partai pendukungnya, untuk menerima masukan,” imbuhnya.
Daniel juga menambahkan bahwa tak ada keharusan untuk PKB berkoalisi dengan PDIP mendukung Ahok-Djarot, meski mereka sama-sama partai pendukung Jokowi-JK.
“Itu keputusan sesuai mekanisme partai masing-masing. Iya (tak bisa dipaksakan), itukan berlaku untuk semua partai yang kita hargai,” katanya.
Meski begitu, Daniel menegaskan pihaknya tetaplah menjadi pendukung setia Jokowi-JK.
“PKB akan tetap menjadi pendukung pemerintahan Jokowi-JK hingga sukses,” tegas Daniel.
Saat ini, PDIP tengah mencoba mengajak tiga partai yang sebelumnya mendukung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, yakni PKB, PPP, dan PAN untuk mendukung Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI putaran kedua.
=====================================================================
