Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan menanggapi terkait pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang akan melaporkannya ke Polri.
Habib berencana untuk melaporkan logo mirip lambang “palu arit” yang sekarang terdapat pada cetakan uang kertas Rupiah yang baru. Ada pun seperti yang telah diketahui, lambang palu arit sepanjang sejarah tanah air kerap diidentikkan dengan Partai Komunis Indonesia.
“Kami akan koordinasi dengan Bank Indonesia,” tanggapan Sri sewaktu ditemui di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (12/01/2017), seperti dilansir dari republika.co.id.
Ada pun selain Sri, Habib juga berencana akan melaporkan Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo serta Perusahaan Umum Percetakan Uang RI (Perum Peruri) yang turut berperan sebagai desainer logo tersebut.
Seperti diketahui sebelumnya, Bank Indonesia sudah mengeluarkan klarifikasinya terkait hal ini pada November 2016—di mana pada setiap uang kertas Rupiah yang masih berlaku, mulai dari pecahan Rp 1.000 sampai dengan Rp 100.000, terdapat unsur pengaman yang disebut sebagai “rectoverso” atau “gambar saling isi”.
Rectoverso pada uang kertas rupiah dapat dilihat pada bagian depan uang di sudut kanan atas di bawah angka nominal, dan pada bagian belakang uang di sudut kiri atas di bawah nomor seri.
Merasa belum cukup puas dengan klarifikasi yang demikian, Rizieq menagih adanya permohonan maaf dari pihak Menteri Keuangan serta Bank Indonesia.
Sementara itu, Darmin Nasution selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tidak berkomentar mengenai hal ini. Darmin mengakui pihaknya tak tahu menahu apa sebabnya pimpinan FPI tersebut masih mempermasalahkan logo yang tercetak dalam uang kertas RI.
“Aku nggak tahu urusannya gimana. Tanya saja FPI,” ungkap Darmin jujur dari kantornya.
Masih dalam klarifikasi Bank Indonesia tahun lalu, telah dijelaskan salah satu unsur pengaman yang ada dalam uang Rupiah adalah gambar saling isi atau rectoverso. Rectoverso merupakan suatu teknik cetak khusus pada uang kertas yang membuat sebuah gambar berada di posisi yang sama dan saling membelakangi di bagian depan dan belakang.
Dalam Bahasa Inggris, rectoverso yang aslinya merupakan Bahasa Latin bisa diterjemahkan sebagai “front-and-back”, sebuah “keterbolakbalikan”. Rectoverso arti yang sesungguhnya adalah sesuatu yang seolah-olah terpisah padahal menjadi satu kesatuan yang menyeluruh.
Bila dilihat tanpa diterawang, gambar pada uang di bagian yang di-rectoverso-kan akan tampak seperti ornamen yang tidak beraturan. Namun bila diterawang, rectoverso akan membentuk sebuah gambar yang utuh.
Bila diterawang, rectoverso pada uang Rupiah akan membentuk lambang BI (singkatan dari Bank Indonesia). Selain pada uang kertas Rupiah, unsur pengaman rectoverso juga digunakan oleh negara-negara lain seperti pada uang kertas Malaysia—Ringgit (membentuk ornamen bunga), dan uang kertas Euro (membentuk ornamen nilai nominal).
Selain rectoverso, ada beberapa unsur pengaman penting lainnya yang terdapat dalam uang Rupiah yakni tanda air, benang pengaman, tulisan mikro, tinta berubah warna, dan gambar tersembunyi.
