Laporan Pimpinan Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) kepada Polisi terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab disikapi serius oleh jajaran FPI.
Dalam akun twitter resmi DPP FPI menjelaskan, apa yang dilakukan Habib Rizieq tidak bisa dikategorikan sebagai penistaan agama karena Habib Rizieq mendakwahkan ajaran tauhid kepada umat Islam di forum yang hanya dihadiri oleh umat Islam.
“Konteks ceramah Habib Rizieq tersebut adalah menjelaskan soal keharaman Muslim mengucapkan selamat Natal. Karena ucapan ini punya konsekuensi pada akidah. Menurut Habib Rizieq, walaupun Natal secara bahasa artinya Hari Kelahiran. Tapi secara Terminologi artinya Hari Lahir Yesus Kristus sebagai Anak Tuhan. Sehingga ucapan “Selamat Natal” berarti “Selamat Hari Lahir Yesus Kristus sebagai Anak Tuhan.” Ini haram diucapkan oleh Umat Islam,” tulisnya, Selasa (27/12).
“Dalam tabligh itu pula, Habib Rizieq menjelaskan kepada Umat Islam yang hadir, bagaimana cara menjawab jika dapat ucapan “Selamat Natal” dari Umat Kristiani,” tambahnya.
Jawabannya, menurut Habib Rizieq, adalah Surat Al Ikhlas ayat 3: lam yalid wa lam yuulad (Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan).
DPP FPI menambahkan, penjelasan Habib Rizieq tersebut disampaikannya dalam kapasitas sebagai ulama Islam, dalam forum pengajian yang dihadiri oleh umat Islam pula.
“Lantas kenapa Mahasiswa Katholik tetiba menuduh Ulama Islam yang dakwahkan ajaran agama kepada umatnya sendiri sebagai penistaan?! Jika begitu, nanti Pendeta yang ajarkan tentang dogma Anak Tuhan kepada Umat Kristiani, bisa juga dianggap penistaan oleh Umat Islam. Kacau tidak?!” tandasnya.
Dalam akun twitter resmi DPP FPI menjelaskan, apa yang dilakukan Habib Rizieq tidak bisa dikategorikan sebagai penistaan agama karena Habib Rizieq mendakwahkan ajaran tauhid kepada umat Islam di forum yang hanya dihadiri oleh umat Islam.
“Konteks ceramah Habib Rizieq tersebut adalah menjelaskan soal keharaman Muslim mengucapkan selamat Natal. Karena ucapan ini punya konsekuensi pada akidah. Menurut Habib Rizieq, walaupun Natal secara bahasa artinya Hari Kelahiran. Tapi secara Terminologi artinya Hari Lahir Yesus Kristus sebagai Anak Tuhan. Sehingga ucapan “Selamat Natal” berarti “Selamat Hari Lahir Yesus Kristus sebagai Anak Tuhan.” Ini haram diucapkan oleh Umat Islam,” tulisnya, Selasa (27/12).
“Dalam tabligh itu pula, Habib Rizieq menjelaskan kepada Umat Islam yang hadir, bagaimana cara menjawab jika dapat ucapan “Selamat Natal” dari Umat Kristiani,” tambahnya.
Jawabannya, menurut Habib Rizieq, adalah Surat Al Ikhlas ayat 3: lam yalid wa lam yuulad (Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan).
DPP FPI menambahkan, penjelasan Habib Rizieq tersebut disampaikannya dalam kapasitas sebagai ulama Islam, dalam forum pengajian yang dihadiri oleh umat Islam pula.
“Lantas kenapa Mahasiswa Katholik tetiba menuduh Ulama Islam yang dakwahkan ajaran agama kepada umatnya sendiri sebagai penistaan?! Jika begitu, nanti Pendeta yang ajarkan tentang dogma Anak Tuhan kepada Umat Kristiani, bisa juga dianggap penistaan oleh Umat Islam. Kacau tidak?!” tandasnya.
“Apa mau pendeta-pendeta dilaporkan rame-rame oleh Umat Islam, karena dituduh ajarannya menista Islam?! Tentu itu tidak kita inginkan. Bisa kacau semua,” tegas DPP FPI
Terpisah pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman mengatakan, pihaknya telah melakukan konsolidasi untuk membahas laporan terhadap Rizieq. Hasilnya, ACTA akan mengerahkan seluruh sumber dayanya untuk membela sang Imam Besar. “ACTA akan fight habis-habisan bela Habib Rizieq, apapun upaya kriminalisasi terhadap Habib Rizieq, ACTA lahir batin siap bela Habib Rizieq.
Ada 100 advokat yang akan bela Habib,” ujar Habiburokhman. Habiburokhman menyangsikan laporan PMKRI. Sebab, selama ini ia memperhatikan tutur Rizieq dan tak bisa menemukan satu pun pernyataan yang menistakan agama. “Jadi menurut saya, jauh sekali dari unsur menistakan agama dan laporan itu terkesan dipaksakan,” katanya.
Selain ACTA yang siap membela, FPI berniat melapor balik PMKRI atas pencemaran nama baik.
Apa yang dilaporkan PMKRI dianggap fitnah oleh FPI. Sekjen DPW FPI DKI Jakarta, Novel Bamukmin menyebutkan, sangat tidak mungkin seorang Rizieq menistakan agama. Sebab, menurut Novel, dalam perjuangan mereka, menistakan agama merupakan suatu hal yang dilarang.
Ia juga menyebut Habib Rizieq selalu berdialog dan berkoordinasi dengan tokoh lintas agama. Apalagi, kata dia, beberapa waktu lalu, Rizieq dinobatkan sebagai “Man of the Year” oleh dua organisasi masyarakat, yakni Muslim Tionghoa Indonesia (MusTi) besutan Jusuf Hamka dan Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTAK) yang diketuai Lieus Sungkharisma.
Novel juga menegaskan akan mendampingi Rizieq dalam kasus ini.“Itu hanya fitnah, tuduhan yang mengada-ada,” ujarnya.
Konteks Habib Rizieq memang sedang dalam ceramah didepan umat tetapi setidaknya memakai bahasa 'ceramah' sesuai dengan yang ada didalam Alqur'an. Karena baik didalam Alqur'an maupun hadist tidak menyebutkan kalimat "dukun beranaknya siapa". Bagaimana menurut anda?
PENDAFTARAN TOGEL AGEN TOGEL PROMO TOGEL MAIN TOGEL INFO TOGEL BUKU MIMPI TOGEL TOGEL PHNOMEPENH TOGEL JEJU TOGEL BRUNEI TOGEL PATTAYA TOGEL SYDNEY TOGEL HANOI TOGEL NAGASAKI TOGEL SINGAPORE TOGEL CAMBODIA TOGEL HONGKONG PROMO TOGEL CARA MAIN TOGEL BANDAR TOGEL
