background img

The New Stuff

Ngeri, Panglima TNI Peringatkan Ada Sekitar 2500 Pasukan Amerika di Dekat Blok Masela dan Jadi Ancaman Serius Bagi NKRI


Belakangan ini Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyosemakin sering muncul di hadapan publik. Bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Jenderal Gatot sibuk membantu Presiden Joko Widodo mengendalikan situasi nasional saat suhu politik memanas.
Beberapa kali Jenderal Gatot terlihat ada di antara ulama untuk melakukan pendekatan persuasif dengan dalih menjaga kesatuan NKRI. Namun kesibukan Gatot bukan hanya itu. Sepekan terakhir Jenderal Gatot mulai masuk kampus. Dengan seragam militer lengkap dengan bintang empat di pundaknya, Gatot berbicara di hadapan para mahasiswa.
Pada Rabu (16/11), Jenderal Gatot memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Depok. Ini kali pertama Gatot memberikan kuliah umum.
Sepekan kemudian, tepatnya Rabu (24/11), Jenderal Gatot memberikan kuliah umum di Graha Sanusi Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung. sebelumnya di hadapan Mahasiswa UISU Medan Jendral Gatot memberikan kuliah Umum pada Sabtu (19/11/2016).

Di dalam lingkungan kampus, Jenderal Gatot membawa pesan sekaligus peringatan kepada para mahasiswa bahwa Indonesia berada dalam ancaman besar yang harus diwaspadai. Tidak hanya itu, Jenderal Gatot juga membawa pesan damai yang harus dipegang teguh mahasiswa.

Pertama, soal ancaman yang membayangi Indonesia. Penambahan pasukan Amerika di pangkalan Darwin, Australia, perlu diwaspadai Indonesia. Di Darwin sudah da 1.500 pasukan AS dan akan ditingkatkan menjadi 2.500 pasukan. Pulau terluar Indonesia harus mendapat pengawasan. Misalnya Pulau Masela, Pulau Saumlaki dan Selaru.

Mengingat jarak antara Darwin dan pulau Masela hanya 90 kilometer. Dia mempertanyakan mengapa ada pasukan marinir di pangkalan tersebut.

Mengingat Australia adalah negara kontinental. “Sebagai Panglima TNI saya melihat itu sebagai ancaman,” tegas Jenderal Gatot di UI.

Popular Posts